ASN harus menjadi Contoh dalam Membayar Zakat

Di Kepri ada laopran yang disampaikan kepada kami bahwa pengumpulanzakat melalui filantropi, baik baznas maupun LAZ memang blm maksimal. Semoga dalam kepemimpinan yang baru Kepemimpinan Arusman dan kawan-kawan mampu mengemban amanah, bagaimana zakat menjadi pilihan utama, bagaimana Baznas Baznas mengetaskan kemiskinan, ketertinggalan pendidikan dan masalah social lainnya dapat mengatasinya. Propinsi sendiri punya 8 Baznas dan Laz  10. Dan perlu diketahui bahwa Baznas adalah organisasi pemerintah non structural, makanya lambangnya burug Garuda. Yang bertanggug jawab kepada presiden, dan turunannya kepada pemerintah daerah. Selain itu juga harus melaporkan kepada Kementrian Agama sesuai dengan jenjangnya. Kalau Kakan Kemenag ditanya tidak yahu ya karena Baznas Provinsi Kepri tidak melaporkan kepada Baznas Provinsi Kepri, karena melaporkan ke Kakankemenag itu kewajiban, karena itu perintah undang-undang ucap Kakankemenag.

Alahamdulillah pimpinan-pimpinan sekarang dan pimpinan Baznas sebelum selalu bersilaturrahmi dengan Kemenag Provinsi sehingga selalu mendapatkan laporan setiap satu semester, bagaimana pengembangan zakat di Kepri. Yang masih perlu ditingkat di Kepri ini adalah bagaimana sosialisasi zakat kepada masyarakat. Saat ini masyarakat baru tahu zakat itu sebatas kewajiban, tapi zakat itu berdampak yang sangat besar bagi penyelesaikan problematikan mengentaskan kemiskinan yang berkaitan dengan pendidikan, masalah kesehatan, dan memberikan modal usaha untuk kebangkitan ekonomi, masyarakat belum menyadarinya. Inilah tugas pokok Baznas Kepri yang mesti dilaksankanan. Kementrian Agama juga tetap akan membantu kegiatan Baznas karena kebetulan di Keementrian Agama juga ada bagian seksi zakat, itu bias dibuktikan setiap tahun pasti ada pelatihan pengembangan zakat yang dilaksanakan oleh kementrian agama, intinya kemntrian agama akan tetap siap membantu literasi zakat kepada masyarakat. “ Jangankan masyarakat umum, mungkin di Kepri ini masih ada ASN yang belum memahami manfaat zakat, pada hal posisinya ia sebenarnya sudah wajib menbayar zakat”, tambahnya.

Khusus ASN Provinsi Kepri mestinya penghasilan yang didapatkan dari negara, mestinya  mengamanahkan zakatnya ke Baznas Provinsi. Ketika zakat didalam harta itu ada hak orang lain menjadi hak secara agama minimal 2,5 persen, dan para ASN menyadarinya maka akan banyak potensi zakat yang dapat dikumpulkan oleh Baznas Provinsi. Bahkan prosentasenya bias bukan hanya 2,5 persen bisa sampai 10 atau 20 persen, karena 2,5 persen jumlah minimal.

Mari bersama-sama kita optimalkan UPZ-UPZ di dinas-dinas dengan Pak Gubernur, optimalkan dulu potensi zakat yang ada di ASN, setelah itu baru optimalkan orang-orang kaya yang ada di pasar atau di tempat-tempat lainnya. Ini tentu tidak mudah, minimal di kantor Gubernur itu yang bisa dioptimalkan untuk mengetahui potensi zakat yang ada di Provinsi. Bagaimana agar ada pola pengumpulan zakat ini bisa maksimal, mungkin ada Kepresnya, agar bisa mengelola sendiri-sendiri, maksudnya setelah menyetorkan ke Baznas juga bisa mengelola zakat yang diterimanya sendiri-sendiri, dicatat dulu dibuatkan programnya, atau dikembalikan 40 persen kepada UPZ agar bisa menerima berkaitan dengan masalah zakat. Tidak mungkin Pak Kepala Dinas tidak memiliki orang yang membutuhkan bantuan zakat, misalnya anak supirnya, atau tenaga honorernya yang tidak memerlukan zakat, sehingga mereka merasakan kehadiran UPZ di dalam dinas memang berdampak pada lingkungan sendiri. Ini juga merupakan keluhan dari teman-teman yang mengelola UPZ-UPZ. “ Saya hanya mengetuk kawan-kawan yang ada dikota untuk bergerak, mengingat penerimaan zakat dan potensi zakat masih sangat jauh dari yang diharapakan.

Tahun 2020 itu baru terkumpul 67 Milyar lebih dan itu sudah termasuk Baznas dan Laz dari potensi sekitar 100 milyar. Untuk semester 1 tahun ini baru terkumpul 40 milyar, ini jauh dari potensi yang ada di provinsi kepri.

Optimalkan instansi pemerintah, baru nanti menyusul instansi non pemerintah. Instansi pemerintah meberi contoh yang baik, agar instansi selain pemerintah seperti perusahaan-perusahaan besar yang gajinya melibihi dari instansi pemerintah itu mau mengikutinya.

Kepulauan Riau segantang lada

Negerinnya rakyatnya ramah

Saya ucapkan selamat mengikuti Rakorda

Untuk mewujudkan tujuan bersama

Telah tertulis dalam sejarah

Laksana Hang Tua gagah dan berwibawa

Kita wujuddkan Baznas yang amanah

Agar kepercayaan masyarakat makin bertambah

Total Page Visits: 323 - Today Page Visits: 9